Wanita TerHEBAT & Pria Idaman
9 Bulan aku ada dalam rahimnya. Penuh kasih dan sayang mendekap aku setiap malam. Bahagia yang dirasai kedua orang tuanku saat itu bisa aku rasai, sekalipun aku belum begitu paham dengan semua itu. Terlalu dini. Penuh air mata, perjuangan tuk nengeluarkan aku dari perutnya. Bahkan Nyawa menjadi taruhannya. Ibuku rela mengorbankannya demi si cabang bayinya yang amat ia cintai ini. Luar Biasa.
Selepas melewati proses, akhirnya aku pun terlahir di dunia ini atas izin sang illahi Robby. Aku hanya bisa menangis, dengan berharap tangis itu mendatangkan kebahagiaan dunia maupun akhirat untuk ayah dan ibu. Amiiin. Saat itu mataku belum mampu melihat dunia dengan sepenuhnya. Tapi aku yakin keluarga besarku menyambutku dengan penuh haru.
Aku mulai tumbuh besar,. sudah melincah seperti anak yang lain. Sudah mulai di latih untuk berbicara semampuku. Ibu dan ayah mengajariku dengan penuh kesabaran.
Dan kini waktu kecil di tinggalkan, aku telah disekolahkan di salah satu sekolah negeri di kota Masohi (Maluku Tengah). Seingat aku, dulu aku bodoh dalam pelajaran. Sampai-sampai pernah tinggal kelas. Tapi sejak pasca kerusuhan di tahun 1999 aku dipulangkan ke kampung halaman. Disana aku belajar giat. Tak sia-sia aku pulang dengan begitu banyak kebanggan untuk kedua orang tua aku. Aku jadi cukup pandai.
Dan waktu sekolah ini, aku ingat jelas. Ayah seringkali memotong rambutku sependek mungkin. Jadi kesannya aku anak Tomboy :) . hihihi.
Kini usiaku tak lagi muda seperti anak ABG yang masih berumuran belasan tahun. Memasuki bulan Juli,Aku umurnya beranjak 25 tahun. Umur yang tak muda lagi, umur yang matang. Sesuatu yang tak harus di manjakan lagi seperti bayi,._ sudah harus bisa mengambil keputusan dengan baik dan bijak.
Ibu dan ayahku pun demikian, usianya dimakan waktu. Akan semakin Tua. Usia keduanya hanya terpaut beberapa bulan saja. Teruslah hidup bersamaku selamnya.. Aku belum bisa mebahagiakanmu saat ini. InsyaAllah itu akan segera saja di wujudkan oleh Allah..
Wanita TerHEBATku, ibu....
Wanita yang tak malu menjual ikan di pasar. Wanita yang tak pernah ada lelahnya berada di baawah terik matahari. Wanita yang tak pernah peduli dengan kerutan di tangannya akibat bekuan Es yang tiap hari dipegangnya. Wanita yang selalu ingin mebahagiakan anak-anaknya.
Ia rela tubuhnya dibakar matahari di siang hari. Ia rela berada ditengah kegelapan malam hanya demi mencari nafkah,._ Tanpa peduli lagi akan keselamatan dirinya sendiri. Yang ia tahu hanya ingin membahagiakan anak-anaknya dirumah. Dialah Pria Idaman aku. Pria yang tak pernah bisa diganti oleh siapun di dunia ini.
Sedih, melihat kenyataan hidup seperti ini. JUJUR. Aku selalu memimpikan hidup yang serba bisa dibeli itu dan ini. EGOIS tiada henti. Tapi semakin jauh dari mereka aku jadi paham dan mengerti bahwa mencari uang itu susah. Sadar. Ini yang sebenarnya Ibu dan Ayahku mengajariku dengan petuah dari mereka hidup serba sederhana tanpa harus mengikuti orang lain adalah kebahagiaan hakiki untuk keluarga kita. Cukup melihat mereka saja jangan kita ikuti.
Ya Illahi, terima kasih telah memberikan Seorang Ibu dan Ayah yang begitu luar biasa ini. Aku beruntung menjadi anak mereka. Aku bahagia bisa hidup di dunia ini bersama mereka.
Ya Allah sehatkanlah mereka selalu, jaga dan lindungi mereka dari niat jahat orang-orang yang ingin menyakiti mereka.
Ya Allah, Aku tidak pernah malu hidup sesederhana ini. Aku sangat bersyukur, karena bisa merasa hidup yang harus aku perjuangkan dari kerja kerasku agar aku bisa hidup selayaknya orang kaya. Semua hanya menunggu persetujuan dariMu saja.
I Love U so much ...
Sincere love and sacred...
I will make you happy in the future
Selepas melewati proses, akhirnya aku pun terlahir di dunia ini atas izin sang illahi Robby. Aku hanya bisa menangis, dengan berharap tangis itu mendatangkan kebahagiaan dunia maupun akhirat untuk ayah dan ibu. Amiiin. Saat itu mataku belum mampu melihat dunia dengan sepenuhnya. Tapi aku yakin keluarga besarku menyambutku dengan penuh haru.
Aku mulai tumbuh besar,. sudah melincah seperti anak yang lain. Sudah mulai di latih untuk berbicara semampuku. Ibu dan ayah mengajariku dengan penuh kesabaran.
Dan kini waktu kecil di tinggalkan, aku telah disekolahkan di salah satu sekolah negeri di kota Masohi (Maluku Tengah). Seingat aku, dulu aku bodoh dalam pelajaran. Sampai-sampai pernah tinggal kelas. Tapi sejak pasca kerusuhan di tahun 1999 aku dipulangkan ke kampung halaman. Disana aku belajar giat. Tak sia-sia aku pulang dengan begitu banyak kebanggan untuk kedua orang tua aku. Aku jadi cukup pandai.
Dan waktu sekolah ini, aku ingat jelas. Ayah seringkali memotong rambutku sependek mungkin. Jadi kesannya aku anak Tomboy :) . hihihi.
Kini usiaku tak lagi muda seperti anak ABG yang masih berumuran belasan tahun. Memasuki bulan Juli,Aku umurnya beranjak 25 tahun. Umur yang tak muda lagi, umur yang matang. Sesuatu yang tak harus di manjakan lagi seperti bayi,._ sudah harus bisa mengambil keputusan dengan baik dan bijak.
Ibu dan ayahku pun demikian, usianya dimakan waktu. Akan semakin Tua. Usia keduanya hanya terpaut beberapa bulan saja. Teruslah hidup bersamaku selamnya.. Aku belum bisa mebahagiakanmu saat ini. InsyaAllah itu akan segera saja di wujudkan oleh Allah..
Wanita TerHEBATku, ibu....
Wanita yang tak malu menjual ikan di pasar. Wanita yang tak pernah ada lelahnya berada di baawah terik matahari. Wanita yang tak pernah peduli dengan kerutan di tangannya akibat bekuan Es yang tiap hari dipegangnya. Wanita yang selalu ingin mebahagiakan anak-anaknya.
Ia rela tubuhnya dibakar matahari di siang hari. Ia rela berada ditengah kegelapan malam hanya demi mencari nafkah,._ Tanpa peduli lagi akan keselamatan dirinya sendiri. Yang ia tahu hanya ingin membahagiakan anak-anaknya dirumah. Dialah Pria Idaman aku. Pria yang tak pernah bisa diganti oleh siapun di dunia ini.
Sedih, melihat kenyataan hidup seperti ini. JUJUR. Aku selalu memimpikan hidup yang serba bisa dibeli itu dan ini. EGOIS tiada henti. Tapi semakin jauh dari mereka aku jadi paham dan mengerti bahwa mencari uang itu susah. Sadar. Ini yang sebenarnya Ibu dan Ayahku mengajariku dengan petuah dari mereka hidup serba sederhana tanpa harus mengikuti orang lain adalah kebahagiaan hakiki untuk keluarga kita. Cukup melihat mereka saja jangan kita ikuti.
Ya Illahi, terima kasih telah memberikan Seorang Ibu dan Ayah yang begitu luar biasa ini. Aku beruntung menjadi anak mereka. Aku bahagia bisa hidup di dunia ini bersama mereka.
Ya Allah sehatkanlah mereka selalu, jaga dan lindungi mereka dari niat jahat orang-orang yang ingin menyakiti mereka.
Ya Allah, Aku tidak pernah malu hidup sesederhana ini. Aku sangat bersyukur, karena bisa merasa hidup yang harus aku perjuangkan dari kerja kerasku agar aku bisa hidup selayaknya orang kaya. Semua hanya menunggu persetujuan dariMu saja.
" Wanita TerHEBAT itu"
IBU
* Pria Idaman itu
AYAH
I Love U so much ...
Sincere love and sacred...
I will make you happy in the future



Komentar
Posting Komentar