Cinta Pertama
Disaat
aku buta akan cinta
Kau
datang bersama cinta bisu itu
Menebar
benihnya di hatiku
Kian
hari ia tumbuh dan berkembang
Sebentuk
hati nan luluh...
Terhanyut dalam ombak
cintamu
Meski Ku ragu, akau tetap
bertahan
Menikmati dunia yang ditaburi
cinta ini
Kasihmu tak berkesudahan
Kau
yang pertama dalam hatiku
Mengisi
ruang kosong yang hampa ini
Menepis
gusar dan gundah yang terus menghantui
Kaulah
yang pertama,._
Menghancurkan
hati ini hingga mengeping tiada akhir.
Tapi, Tak kau sadarikah
selama ini ?
Lelah menyudutkan aku di
ujung keputusasaan
Cintamu tak jua kunjung
datang menemuiku
Aku sakit, cinta ini tak
tersampaikan.
Tersamat mati di relung
jiwa nan raga
Pagi
dan malam aku lewati sendiri
Menulis
puisi sebagai terungkapnya sebuah rahasia hati
Sampai
bulan berganti mentari
Malam
menyambut pagi
Aku
masih setia menunggu bersama kata-kata
Yang
bagimu adalah hal yang tak penting untuk dibaca dan diketahui
Sungguh tak beraninya
diriku
Hanya bisa sembunyi dibalik
suramnya sukma ini
Aku takut kau pergi ...
Aku takut kau membenciku
...
Aku takut cintaku membawa
duka untukmu
Aku takut ini semua kan
berakhir luka
Aku takut ....
Bila saja kau datang lagi
apdaku
Ku mohon, pergilah saja
Karena aku tak ingin luka
menjadi nanah
Perihnya tak bisa lama ku
tahan
Aku
tak marah padamu
Hanya
saja diriku yang bodoh
Yang
telah mencintai dirimu
Yang
tak pernah sedikit pun peduli perasaan ini
Kau tak pernah mengerti
Isi dan isyarat hatiku ...
Yang ingin memmeluk dan
menggenggammu
Dalam cintaku seutuhnya
Duhai pujaanku ...
Ku sungguh mencintaimu,
dalam diamku
*Untukmu
yang dulu sempat dikagumi dan disukai secara diam-diam
Komentar
Posting Komentar