Hujan Rindu

Rintik hujan jatuh membasahi kota ambon. Aku santai sambil menikmati langit mendung ini. Ada ketenangan disana. Siapapun yang yang melintas di depanku tak ku sadari hadirnya.
Aku merindukan suasana rumah yang jauh dari pandanganku. Nasehat Ayah yang seringkali buatku jengkel,Pelukan mama sudah lama tak menghangatkan tubuhku,. omelan kakak yang seringkali terdengar gurih di telinga, curhatan adik yang tak terdengar lagi. Dan si Comel keponakanku yang usilnya tak menggangguku lagi.
Masih disini, di Negeri perantauan. Yang jauh dari kasih sayang TULUS seorang ayah dan Ibu. Aku sendiri. Punya teman. Tapi tak lagi mau tahu tentang hidup mereka. Sesungguhnya sisa kecewa itu masih terselip di hati. Aku ingin menjauh sebisa mungkin. Ingin hidup dalam duniaku tanpa di obok lagi oleh siapapun. Memang manusia saling membutuhkan 1 dengan yang lainnya. Tapi sekedar saja sekarang. karena kebaikanku banyak dibalas dengan tuba :(. Aku terlanjur kecewa.
Yang ada ini Hujan rindu. Rindu kepada orang yang sedang tak bisa ku temui disini. Mereka lah keluargaku dan para sahabat ku.

Hujan Rindu .. aku rindukan mereka. Untuk bisa hadir mengisi kekacauan hati yang sedang menerpa aku akhir-ahir ini. Jenuh akhirnya. Basahi aku. Basuh aku, mungkin hatiku akan sedikit lega.

Dibawah naungan hujan & diselimuti dinginnya angin malam, takkan ada rasa lelah yg kurasakan selama senyum itu tetap kutatap

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pergi untuk kembali

Ini aku apa adanya

Jaman Putih merahku