Inikah yang kau sebut TEMAN itu ?

Kau lagi yang seringkali menebar racun dalam tubuhku. Perlahan ia bekerja dan kian melukai rongga-rongga tubuh didalamnya. Sakit dan perih datang dan pergi. Anyir sayatan dilembabkan nanah? terbaring lemah dalam siksa bathin yang kian merusak diri karena amarah dan dendam kini mulai menyerang otakku. Lunglai. Bangun pun tak mampu.
Untaian katamu palsu. Kau mampu berdiri dan tersenyum diatas deritaku. setega itukah dirimu? Teman yang ku anggap sebagai saudara sendiri? kini menghancurkan kesetiaan suci ini. Kau bodohi aku.
Bak dihujan bara api. Jantungku panas, sesak nafas. Benar sungguh ini tamparan keras bagiku malam ini. Aku harus sadar dan benar-benar menyadari sosok yang disebut teman itu adalah makhluk yang tak selamanya kita harus sanjung. Tak percaya orang yang selama ini ku bela, ku jaga dan ku sayangi menikamku dari belakang tanpa belas kasih. Apa ini balasan dari sebuah PERSAHABATAN kita? Apa ini kado terindahmu untukku dalam hidupku? Apa ini sebuah pujian darimu untukku.
Terima kasih atas pengkhianatanmu,
Terima kasih atas kelakuanmu yang hina ini
Terima kasih atas luka yang gores ini
Terima kasih atas air mata yang sengaja kau buat ini
Dan terima kasih atas cerita palsumu itu
Kau sadiiiiissss


*Teruntuk para Penghianat Sejati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pergi untuk kembali

Ini aku apa adanya

Jaman Putih merahku