Selamat Jalan Kekasih
Hujan pun tak kunjung jua redah. Wangi tubuhmu masih tertinggal disini. Bayangmu masih terasa ada di depanku. Sejenak aku mengadah ke langit, sepertinya ada yang barusan mengintip aku dari atas,._
Entahlah... ada rasa gelisah yang begitu kuat. aku jadi memikirnnya. Sekali-kali aku memandang ke arah pintu, penuh harap bisa ku tangkap bayangmu yang menoleh ke arahku dengan senyuman indahmu. Kosong. Sepi. Hanya Ku sendiri disini. Gelapnya malam kian membawa kehampaan. Teringat jelas pertengkaran tadi. Emosi menguasai diri. Begitu terbakar api cemburu. Kau hanya diam saja tanpa mengatakan sepatah kata pun padaku. Kau pergi, mungkin membawa Luka yang sengaja tak kau perlihatkan untukku. Tanpa isyarat aku biarkan kau berlalu.
Selang beberapa waktu kemudian,, dering hp ku berbunyi. Terhenyak aku. Lemah , lunglai.,_ Darah seakan membekukan tubuh seketika. Terasa kaku. Apa yang ku dengar ini sungguh mengoncangkan pikiran aku. Tak ku sangka, baru saja ia ada bersamaku. Kini betapa menyakitkan dan menyedihkan berita yang ku dengar melalui telpon tadi. Dia mengalami kecelakaan sepulang dari menemuiku. Dan tak bisa tertolong lagi.Tuhan ? Harapan hidup pun tak ada. ia benar-benar pergi untuk selamanya.... Aku tak bisa terima. Tanpa ada kata perpisahan. Cinta putus di tengah jalan.
Setibaku di rumahnya.,_Jeritku tertahan , lunglai dalam pelukan.Tuhan, Bangunkan dia. Jangan biarkan dia memejamkan mata selamanya. Perih. Sungguh lautan pun bisa penuh dan tumpah karena air mata ini terus mengalir tiada hentinya. Penyesalan terus menghantui diriku. Pasrah jika mereka yang menyanyanginya marah ataupun memaki diriku,._ Sudah sepantasnya aku terima. Karena aku salah. Keprgiannya duka mendalam yang takkan pernah kunjung hilang. Aku dekati tubuh kaku itu. Ku pegangi tanganya. Dingin. Ku tatap raut wajahnya yang pucat pasi, bias senyum nampak di wajahnya. Kebisuanmu membuatku semakin tak berdaya. Meski teramat perih, aku ucapkan kata "Aku sungguh minta maaf atas semua ini. Aku tak bermaksud melukai dan menyakitimu . Aku tahu kau memahaminya juga. Tapi sungguh aku menyesali semua pertengkaran ini, membawa luka. Tak ku sadari, itu akhir dari pertemuan singkat kita. Berujung pada kematian dirimu kasih. Maafkan aku,.._ "
Andai waktu masih bisa ku putar lagi, takkan ku lakukan kesalahan yang sama. Aku ingin selalu bersamu. Aku belum rela melepasmu pergi kasih. Kita belum penuhi janji yang terakhir kali kau ucapkan kemarin, ingin menikahiku segera. Tuhan, aku tak sanggup dengan kenyataan ini. Terlalu cepat kau ambil dia dari diriku. Aku masih ingin melewati malam bersamanya.
Tuhan ???
Sayangi dia,._ Jagalah dia disana.
Tuhan?
Hadirkan dia malam ini dalam mimpiku?.
Perih ini belum bisa hilang begitu saja, meski berat ingin aku sampaikan padanya selamat jalan kekasih. Kau akan selalu ada dalam hatiku selamanya meski hanya tinggal nama dan kenangan. Kau sejati dalam cinta yang pernah ada dan ku miliki.
*Untukmu sesorang yang pernah di tinggal pergi oleh kekasih hati
Entahlah... ada rasa gelisah yang begitu kuat. aku jadi memikirnnya. Sekali-kali aku memandang ke arah pintu, penuh harap bisa ku tangkap bayangmu yang menoleh ke arahku dengan senyuman indahmu. Kosong. Sepi. Hanya Ku sendiri disini. Gelapnya malam kian membawa kehampaan. Teringat jelas pertengkaran tadi. Emosi menguasai diri. Begitu terbakar api cemburu. Kau hanya diam saja tanpa mengatakan sepatah kata pun padaku. Kau pergi, mungkin membawa Luka yang sengaja tak kau perlihatkan untukku. Tanpa isyarat aku biarkan kau berlalu.
Selang beberapa waktu kemudian,, dering hp ku berbunyi. Terhenyak aku. Lemah , lunglai.,_ Darah seakan membekukan tubuh seketika. Terasa kaku. Apa yang ku dengar ini sungguh mengoncangkan pikiran aku. Tak ku sangka, baru saja ia ada bersamaku. Kini betapa menyakitkan dan menyedihkan berita yang ku dengar melalui telpon tadi. Dia mengalami kecelakaan sepulang dari menemuiku. Dan tak bisa tertolong lagi.Tuhan ? Harapan hidup pun tak ada. ia benar-benar pergi untuk selamanya.... Aku tak bisa terima. Tanpa ada kata perpisahan. Cinta putus di tengah jalan.
Setibaku di rumahnya.,_Jeritku tertahan , lunglai dalam pelukan.Tuhan, Bangunkan dia. Jangan biarkan dia memejamkan mata selamanya. Perih. Sungguh lautan pun bisa penuh dan tumpah karena air mata ini terus mengalir tiada hentinya. Penyesalan terus menghantui diriku. Pasrah jika mereka yang menyanyanginya marah ataupun memaki diriku,._ Sudah sepantasnya aku terima. Karena aku salah. Keprgiannya duka mendalam yang takkan pernah kunjung hilang. Aku dekati tubuh kaku itu. Ku pegangi tanganya. Dingin. Ku tatap raut wajahnya yang pucat pasi, bias senyum nampak di wajahnya. Kebisuanmu membuatku semakin tak berdaya. Meski teramat perih, aku ucapkan kata "Aku sungguh minta maaf atas semua ini. Aku tak bermaksud melukai dan menyakitimu . Aku tahu kau memahaminya juga. Tapi sungguh aku menyesali semua pertengkaran ini, membawa luka. Tak ku sadari, itu akhir dari pertemuan singkat kita. Berujung pada kematian dirimu kasih. Maafkan aku,.._ "
Andai waktu masih bisa ku putar lagi, takkan ku lakukan kesalahan yang sama. Aku ingin selalu bersamu. Aku belum rela melepasmu pergi kasih. Kita belum penuhi janji yang terakhir kali kau ucapkan kemarin, ingin menikahiku segera. Tuhan, aku tak sanggup dengan kenyataan ini. Terlalu cepat kau ambil dia dari diriku. Aku masih ingin melewati malam bersamanya.
Tuhan ???
Sayangi dia,._ Jagalah dia disana.
Tuhan?
Hadirkan dia malam ini dalam mimpiku?.
Perih ini belum bisa hilang begitu saja, meski berat ingin aku sampaikan padanya selamat jalan kekasih. Kau akan selalu ada dalam hatiku selamanya meski hanya tinggal nama dan kenangan. Kau sejati dalam cinta yang pernah ada dan ku miliki.
*Untukmu sesorang yang pernah di tinggal pergi oleh kekasih hati
.jpg)
Komentar
Posting Komentar