Entahlah

Terkadang saya bingung dengan perasaan ini.
Antara Benci, Cinta, Rindu atau apalah itu.
Hubungan sudah seserius ini, malah makin bertingkah seperti bocah. BOSAN. Jelas saja.
Karena ditiap obrolan kami melalui telp selalu saja ada pembicaraan yang memancing amarah saya ataupun dia.


Saya jadi mikir kembali? apakah saya harus meninggalkan saja. Lalu pergi. Dan kemudian menghilang. Karna saya sudah tak tahu harus bagaiamana lagi. Seperti seolah sudah hampir menyerah memperjuangkan.


Ternyata CINTA memang rumit dan sulit untuk saya pahami sejauh ini.


Keegoaan itu terlalu besar, tidak pernah mau mengerti hati. Meski sudah ku pahami segalanya untuk dirinya, tapi dia seoalah tak mau aku pahami. Lantas mengapa begitu ? Apa artinya kita ?
Atau mungkin dalam pikirannya, saya tak boleh mengasihinya. Jika demikian. Saya sedih. Karena dengan begitu bisa diartikan seolah aku mencintai dirinya karena belas kasih. Nyatanya TIDAK seperti itu. Setiap Insan yang saya cintai, tulus adanya. :(

Yah, Saya hanya sebuah hujan yang tersesat dihatimu jeram. Tak dapat memulihkan awanku sewarna melati. Aku koyak , Aku pecundang dimatamu.
Tak penting memaki sepi atau menyesali kesendiran diri, hidup pasti memeiliki arti, hanya perlu waktu untuk memahami.




Masohi, Agustus 2017
. . . ..  .


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pergi untuk kembali

Ini aku apa adanya

Jaman Putih merahku