Cinta Dalam Diam

Ada rasa yang aneh ketika kali berjumpa denganmu. Hatiku karuan tak berirama. Aku selalu memperhatikanmu secara diam-diam. Meski kau tak pernah tahu itu, dan mungkin tidak mau tahu bahkan tak penting untuk diketahui.
Tapi, pernah kau bayangkan? dengan cara aku mengagumi seperti ini, pernah aku pernah Puan sudi menerima hadirku untuk menemani hari-harimu.
Mana mungkin coba ? Kau membayangkannya. Kau saja tak mengetahui isi hatiku. Dan aku tidak punya nyali bahkan keberanian untuk mengakuinya. Sial.
Sebenarnya Aku sendiri tidak mengerti dengan persoalan hati. Apalagi tentang CINTA. Sebab baru ku rasakan hal ini sedemikian hebatnya mennuntun Aku untuk selalu memikirkan dirimu yang belum tentu juga memikirkan Aku. Bagaimana bisa hatiku memilih untuk jatuh cinta padamu?. Terkadang, cinta tidak bisa Aku pikirkan. Aku tidak bisa mengatur kapan Aku akan jatuh cinta. Aku tidak bisa mengendalikan dengan siapa aku akan jatuh cinta. Cinta seringkali datang ketika Aku tidak ingin jatuh cinta.

CINTA, mungkin bisa didefinisikan seperti ini sesuatu yang membuat semua menjadi indah. Ketika cinta datang dalam hatimu, disitulah Kamu belajar mencintai sesuatu dengan cara terbaik.

Maaf, jika diam-diam Aku mengagumi dirimu. Bahkan Aku sudah mengagumi sampai sejauh ini. Aku yang tidak pernah bosan memintanmeminta hatimu kepadaNYa Sang pemilik hati. Karena Aku yakin doa Mampu mengubah takdir. Jika kelak ia mempertemukan dan menyatukan kita dalam ikatan halal, maka akan ku ceritakan kepadamu bagaimana usahaku agar bisa disatukan denganmu. Yang tidak lupa ku doakan , serta yang ku harap kelak akan terbalas.

Sebuah nama yang membuatku mengerti bahwa Aku telah bahagia. Dan benar sebuah nama...
Sebuah nama yang Aku kagumi.

Nama itu ....
Sebuah nama yang membuatku mengerti Aku telah jatuh padanya. Bukan hanya merasakan indahnya cinta namun meraskan betapa sakitnya hati ketika merasa dikecwakan.

Sampai pada waktu yang mengharuskan Aku belajar ikhlas merelakan sesuatu yang dicintai. Hatiku menangis ketika aku mengetahui cintaku bertepuk sebelah tangan. Kau memilih yang lain. Jelas ini menyiksa, mencintai orang yang tidak mencintai kita adalah hal yang paling menyakitkan. Aku tak bisa memaksamu untuk mencintai diriku, sementara Aku tidak pernah menggambarkan dengan jelas tentang perasaan ini. Aku hanya mampu memendammnya sendiri.

Manakala jemari merangkai huruf menjadi puisi, tanpamu untuk apa semua kata dicipta?.
Waktu adalah kamu yang mesti aku tempuh tanpa jemu, melewati banyak cemburu dan sesekali bermalam dalam kelabu.

Tanpa membenci, Aku bisa kembali mengingatmu, sebagai peringatan untuk tidak meletakkan hati pada orang yang salah. 

Yah , Aku hanya sebuah hujan yang tersesat dihatimu jeram. Tak dapat memulihkan awanku sewarna melati. Aku koyak, Aku pecundang dimatamu.
Bukan tidak bisa melupakanmu, hanya saja Aku tidak ingin melupakan perihal baik yang pernah membahagiakan bagi hidupku.

***


..... Masohi, 2005 Silam .... (Cinta Pertama)..





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pergi untuk kembali

Ini aku apa adanya

Jaman Putih merahku