M e n i k a h
Menikah adalah akhir kisah dari sebuah percintaan, dengan menyatukan dua orang pasangan yang saling mencintai. Yang akan selalu berkomitmen dengan janjinya terhadap Tuhan, bahwa hidup ke depan kita harus tetap bersama dalam suka maupun duka. Berjuang bersama bahwa tak semua pernikahan dimulai dalam keadaan mapan. Banyak di antaranya harus sama-sama memulai saat masih tak punya apa-apa.
Menjadikannya sebagai pasangan bukan berarti dia sempurna tak ada cela. Tuhan juga memilihkan jodoh untukmu bukan dengan sifat yang sama, tapi justru dipertemukan dengan banyaknya perbedaan. Bukan tanpa alasan, justru dari situlah bisa saling melengkapi. Maka, wajar kalau ada satu dua hal yang tak disuka. Wajar juga kalau sesekali ada pertengkaran.
Terima kasih Tuhan, harapanku kini kau jadikan nyata. Sudah mempersatukan saya dengan dia yang kini ku sebut suami pada tanggal 20 Januari 2018 yang telah sah mempersunting diriku.
Bukan hal mudah memang, proses menuju pernikahan itu banyak lika liku nya yang harus dilalui dengan sabar dan ikhlas. Karna cobaan akan datang silih berganti, entah itu aku ataupun dia.
Dari tangis menjadi kebahagiaan kini.
Aku tahu kau selalu berupaya memantaskan diri, tapi aku menyadari jika banyak hal yang harus kau tanggung kelak. Perkara memenuhi kebutuhan rumah tangga, menjadi pemimpin keluarga, dan contoh baik bagi anak-anakmu setelah kelak mereka terlahir ke dunia.
Yang aku tahu, kau bukan orang yang mudah menyerah. Kau bukan orang yang mudah mengeluh untuk melakukan semuanya demi kita.
Syukurku untuk itu.
Tak henti aku berdoa, agar kau tetap kuat menjalani tugasmu sebagai kepala keluarga.
Sebagai suami, kau juga ingin menuntaskan niatanmu untuk bisa menjadi imam yang baik untukku dan keluarga kecil kita.
Dalam sebuah pernikahan, seperti halnya roda kehidupan juga akan banyak cobaan, banyak keluh kesah yang nantinya datang silih berganti. Harus siap dan mantapkan hati untuk segala hal-hal demikian.
Tapi sampai detik Alhamdulillah selalu berkecukupan untuk nikmat Allah yang tersedia untuk kita. Meski sederhana saja, insya Allah selalu menjadi keberkahan dalam keluarga kecil kita. Syukuri dulu, untuk hari yang lalu , kemarin , hari ini dan semoga besok akan selalu seperti ini.
Aku selalu bersyukur, bisa hidup bersama dengannya, seseorang yang selalu menjadikan amarah aku sebagai motivasi dalam dirinya, tetap sabar dengan ocehan ocehan receh aku. Dan selalu ikhlas dan berserah diri kepada ketentuan dan takdir Allah.
Terima kasih telah bersedia menjadi pelengkap dalam hidupku.
Terima kasih telah membuatku merasa menjadi wanita yang paling beruntung di dunia. Kau yang tak banyak menuntut dan mau menerima segala kekurangan yang kupunya.
Kau,
Semoga Allah selalu melindungi dirimu dimanapun kau berada, suamiku. ❤
Lesane, 31.08.2018

Komentar
Posting Komentar