Disaat aku mulai mencintaimu (Novel) Soon
Andai saja kau lebih mengerti akan rasa ini.
Tak perlu lagi ku jelaskan berulangkali bahwa memang cinta ini sudah tertambat mati hanya untukmu. Hatiku memilihmu, entah mengapa . Aku tak pernah merencanakan semua ini. Bahkan aku tidak tahu apa-apa ia, datang ketika kamu tak ada dalam pandanganku, ia datang ketika hendak aku tertidur dan pagiku terjaga.
Peka lah ..
Jangan kau biarkan aku tersiksa dalam diamku ini,
Karena ku tak mampu menyimpannya sendiri.
Ingin rasanya , segera cinta ini kau balas juga.
Tak bisakah kau rasa itu ? Sentuhlah hatiku.
Agar kau paham betapa dalam dan besarnya cintaku, bahwa kau dan siapapun tak mampu mengukur dan menerjemahkannya dalam bentuk apapun.
Harus dengan cara apa, aku mengadu ke kamu.
Sudah aku katakan sepenuhnya, atau kau masih anggap aku pengecut ? Atau aku salah telah mencintaimu? Atau justru kau muak denganku?.
Wahai intan yang aku kagumi, yang selalu ku sebut dalam doa sepertiga malamku. Dirimu terlalu beku. Dan kau terlalu gengsi untuk mengakuinya . Pada akhirnya semua akan kau sesali kelak, dan Tuhan siap untuk mengetuk pintu hatimu. Tapi pada saat semua sudah terlambat untuk kau akui.
Tetapi aku tetap berusaha untuk tidak membencimu, membenci siapapun bahkan diriku sendiri . Aku tahu kamu orang yang baik tanpa maksud untuk melukaiku. Mungkin.
Resti, Lesane 11.04.2018
#PenggalanDalamNovelTerbaru
#OnProcces
#NovelBerikutnyaKisahNyata
#MencobaMenulisDanMenceritakan
#BeraniBerkaya
#Soon
#DisaatAkuMencintaimu
Tak perlu lagi ku jelaskan berulangkali bahwa memang cinta ini sudah tertambat mati hanya untukmu. Hatiku memilihmu, entah mengapa . Aku tak pernah merencanakan semua ini. Bahkan aku tidak tahu apa-apa ia, datang ketika kamu tak ada dalam pandanganku, ia datang ketika hendak aku tertidur dan pagiku terjaga.
Peka lah ..
Jangan kau biarkan aku tersiksa dalam diamku ini,
Karena ku tak mampu menyimpannya sendiri.
Ingin rasanya , segera cinta ini kau balas juga.
Tak bisakah kau rasa itu ? Sentuhlah hatiku.
Agar kau paham betapa dalam dan besarnya cintaku, bahwa kau dan siapapun tak mampu mengukur dan menerjemahkannya dalam bentuk apapun.
Harus dengan cara apa, aku mengadu ke kamu.
Sudah aku katakan sepenuhnya, atau kau masih anggap aku pengecut ? Atau aku salah telah mencintaimu? Atau justru kau muak denganku?.
Wahai intan yang aku kagumi, yang selalu ku sebut dalam doa sepertiga malamku. Dirimu terlalu beku. Dan kau terlalu gengsi untuk mengakuinya . Pada akhirnya semua akan kau sesali kelak, dan Tuhan siap untuk mengetuk pintu hatimu. Tapi pada saat semua sudah terlambat untuk kau akui.
Tetapi aku tetap berusaha untuk tidak membencimu, membenci siapapun bahkan diriku sendiri . Aku tahu kamu orang yang baik tanpa maksud untuk melukaiku. Mungkin.
Resti, Lesane 11.04.2018
#PenggalanDalamNovelTerbaru
#OnProcces
#NovelBerikutnyaKisahNyata
#MencobaMenulisDanMenceritakan
#BeraniBerkaya
#Soon
#DisaatAkuMencintaimu
Komentar
Posting Komentar