Ada Apa Denganmu ?
Apa hendak dikata ?
Semua sudah menjadi debu.
Terasingkan di ujung jalan yang tak bertepi.
kemana harus ku berlari ?
Membuang semua kenangan nan pilu ini
Ingin ku beranjak pergi darisini
Dan takkan pernah mau kembali mengingatnya lagi
Cukup lama, aku memulihkan luka yang sempat menyayat nadi
Semua karena keegoanmu, kemunafikanmu
Yang membuatmu menjadi tidak tahu diri
Atas segala perih yang menyerangku.
Lantas sekarang kau kembali datang ?
Perjuangakan kembali cinta yang telah kau siak-siakan
Yang telah kau bunuh mati
Apa yang harus ku percayakan lagi ?
Setelah cinta kau balas keji,
Diatas kepura-puraan dan nistamu .
Inikah yang kau sebut sebuah penyesalan ?
Apa ia baru menyadarkanmu dari tidur lelapmu.
Kemana kau kemarin ?
Disaat ku butuh dirimu disamping , aku kesepian .
Sendiri melawan hidup yang seringkali pertanyakan kepastianku denganmu.
Aku Terjatuh ...
Air mata mengering dan tandus .
Mengingat semua adalah dosa.
Ku hanya bisa meminta pada yang Kuasa semoga kau selalu dijaga olehNya
Meski kita tak lagi bersama dalam mihrab cintaNya.
Entahlah ... kebingunganku pun tak jelas mengarah pada siapa hati ini.
Masih adakah cinta untukmu ?
Ataukah sudah mati sejak kepergianmu.
Yang aku tahu , aku mati rasa saat ini.
Hatiku masih tertutup untuk cinta.
Ku serahkan kini, takdir dan jodohku padaNya..
Jika memang, kepulanganmu kali kedua benar sungguh
Karena kesanggupanmu untuk memperbaiki segalanya,
Datangi saja, orang tuaku.
Bicaralah ....
*Kau yang ku sebut " Mantan
Semua sudah menjadi debu.
Terasingkan di ujung jalan yang tak bertepi.
kemana harus ku berlari ?
Membuang semua kenangan nan pilu ini
Ingin ku beranjak pergi darisini
Dan takkan pernah mau kembali mengingatnya lagi
Cukup lama, aku memulihkan luka yang sempat menyayat nadi
Semua karena keegoanmu, kemunafikanmu
Yang membuatmu menjadi tidak tahu diri
Atas segala perih yang menyerangku.
Lantas sekarang kau kembali datang ?
Perjuangakan kembali cinta yang telah kau siak-siakan
Yang telah kau bunuh mati
Apa yang harus ku percayakan lagi ?
Setelah cinta kau balas keji,
Diatas kepura-puraan dan nistamu .
Inikah yang kau sebut sebuah penyesalan ?
Apa ia baru menyadarkanmu dari tidur lelapmu.
Kemana kau kemarin ?
Disaat ku butuh dirimu disamping , aku kesepian .
Sendiri melawan hidup yang seringkali pertanyakan kepastianku denganmu.
Aku Terjatuh ...
Air mata mengering dan tandus .
Mengingat semua adalah dosa.
Ku hanya bisa meminta pada yang Kuasa semoga kau selalu dijaga olehNya
Meski kita tak lagi bersama dalam mihrab cintaNya.
Entahlah ... kebingunganku pun tak jelas mengarah pada siapa hati ini.
Masih adakah cinta untukmu ?
Ataukah sudah mati sejak kepergianmu.
Yang aku tahu , aku mati rasa saat ini.
Hatiku masih tertutup untuk cinta.
Ku serahkan kini, takdir dan jodohku padaNya..
Jika memang, kepulanganmu kali kedua benar sungguh
Karena kesanggupanmu untuk memperbaiki segalanya,
Datangi saja, orang tuaku.
Bicaralah ....
*Kau yang ku sebut " Mantan
Komentar
Posting Komentar